Archive for the Nasionalisme Category

Surat Terbuka dari Palestina untuk Bangsa Indonesia (yang membuat kita terharu)

Posted in Nasionalisme, Revolution, Spiritualism with tags , , , on July 23, 2014 by Yul Prince Vartan Hyzhar

Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia,, Namun, jika kalian tetap bertanya kepadaku,kenapa?? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim Terbanyak di punggung bumi ini,,,,bukan demikian saudaraku??? Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis da’wah dari Jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini?!!!?. Wah,,,,sungguh jumlah angka yang sangat fantastis & membuat saya berdecak kagum, Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku,,,,jika jumlah jama’ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang di gabung,,itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji Dari negeri kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat di banding kalian yah? Wah?.wah?pasti uang kalian sangat banyak yah, apalagi menurut sahabatku itu ada 5 % dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya,,,Subhanallah.

 

Wahai saudaraku di Indonesia,Pernah saya berkhayal dalam hati,,kenapa saya & kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah?.pasti sangat indah dan mengagumkan yah. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui Tentang negeri kalian. Pasti para ibu-ibu disana amat mudah Menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko & para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan. Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku Tidak seperti di negeri kami ini, saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami Melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah, Sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil,,,,yah diatas mobil saudaraku!! Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2 tahun lalu, Namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya Walau, terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum. Namun,,,mengapa di negeri kalian , katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah & ibunya , terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah,,,,itu yang kami dapat dari informasi televisi.

 

Dan yang membuat saya terkejut dan merinding,,, ,, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus Abortusnya untuk wilayah ASIA,,,,Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian..??? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut?.!! !, sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini. Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati, Namun, bukanlah diselokan-selokan,,,,atau got-got apalagi ditempat sampah?saudaraku! !!, Mereka mati syahid,,,saudaraku! mati syahid karena serangan roket tentara Israel !!!

 

Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya ,di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel, Saudaraku,,, ,bagi kami nilai seorang bayi adalah Aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan Negeri ini. Perlu kalian ketahui,,,sejak serangan Israel tanggal 27 desember (2009) kemarin, Saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami Namun,,,,sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru Dijalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar,,,Allahu Akbar!!!

 

Wahai saudaraku di Indonesia,Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, Namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi ,menderita busung lapar,,,, Apa karena kalian sulit mencari rezki disana..? apa negeri kalian sedang di blokade juga..? Perlu kalian ketahui,,,saudaraku , tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan,,, walau sudah lama kami diblokade. Kalian terlalu manja?!? Saya adalah pegawai Tata usaha di kantor pemerintahan Hamas Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT yang akan mencukupkan rezki untuk kami. Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda Baru saja melangsungkan pernikahan,, ,yah,,,mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel, Mereka mengucapkan akad nikah,,,,diantara bunyi letupan bom dan peluru saudaraku. Dan Perdana menteri kami, yaitu ust Isma?il Haniya memberikan santunan awal pernikahan Bagi semua keluarga baru tersebut.

 

Wahai Saudaraku di Indonesia,Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan Di Negeri antum, seperti yang diceritakan teman saya tersebut,,,, Program pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan Buku-buku pasti kalian telah lahap,,,kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karna kalian punya waktu.Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini wahai saudaraku. Satu jam,,,yah satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh Setelah itu kami harus terjun langsung ke lapanagn jihad, sesuai dengan tugas yang Telah diberikan kepada kami. Kami di sini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut Walau Cuma satu jam saudaraku,,, ,Tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, Seperti ta’aruf, tafahum dan takaful di sana. Hafalan antum pasti lebih banyak dari kami,,, Semua pegawai dan pejuang Hamas di sini wajib menghapal surat al anfaal sebagai nyanyian perang kami, saya menghapal di sela-sela waktu istirahat perang ,,, bagaimana Dengan kalian?? Akhir desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1000 anak yang tahun ini menghapal al qur?an, umurnya baru 10 tahun , Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal al quran ketimbang anak-anak kami disini, di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang. Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah Diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma,,,, yah di tempat itulah mereka belajar Saudaraku,, bunyi suara setoran hafalan al quran mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel? Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal,,,karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung Mereka rasakan.

 

Wahai Saudaraku di Indonesia,Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah, ,,,,kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini. Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia. Namun,,,bukan tangisan kalian yang kami butuhkan saudaraku Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai Bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya. Oh,,,iya hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya Untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan fax yang masuk Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi Salam untuk semua pejuang-pejuang islam di Indonesia.”

Source:
* http://www.kaskus.co.id/thread/53bf5dc398e31b33278b465a/yuk-melihat-tembok-pembatas-israel-pasti-banyak-yg-blm-tau/1

* http://electronicintifada.net/content/it-fence-it-wall-no-its-separation-barrier/4715

http://america.aljazeera.com/articles/2014/3/12/visual-activism-activestillsphotographsthebarrierwall.html

Advertisements

Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)

Posted in Bahasa Indonesia, Literary, Minangkabau, Nasionalisme with tags , , , , , on January 30, 2012 by Yul Prince Vartan Hyzhar

Haji Abdul Malik Karim Amrullah (or well-known as HAMKA, his abbreviation name), was born in 1908, at Molek village, Maninjau, Sumatera Barat, and pass away in Jakarta on July 24th, 1981 was an Indonesian’s man of letters, teacher of Islam, and as well as politician activist. Perhaps, since I knew his profile, it has made me admire him so much because he was really an Indonesian true fighter who had always sought the right things as a human being, slaving for Allah and had become an incredible person in the world by creating many opus. He has an amazing life journey story to be told.

Hamka got his elementary education at Sekolah Dasar Maninjau until the second year. When he was only 10 years old, his dad built up Sumatera Thawalib in Padang Panjang which then become his place to learn about Islamic religion and Arabic language. Hamka had also followed many Islamic religion lesson that given by some famous teacher of Islam such as Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto and Ki Bagus Hadi Kusumo in Islam prayer-house and mosque.

Hamka started his career as an Islamic religion teacher in 1927 at Perkebunan Tebing Tinggi, Medan and Padang Panjang in 1929. He then was recruited as lecturer in University of Islam, Jakarta and Muhammadiyah University, Padang Panjang from 1957 till 1958. After that, he was pointed as head of university of Perguruan Tinggi Islam, Jakarta and as a professor of Mustopo University, Jakarta. During 1951 until 1960, he was also positioned as Religion High Official by Indonesian Religion Minister, but he then detached that post when Sukarno asked for to chose between being government employee or following political activities of Majlis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi).

Hamka was an autodidact in many science fields such as philosophical, literature, historical, sociology, and political both Islamic and West. Using his own excellent Arabic language, he could investigate the masterpiece both the teacher of Islam and the man of letters from Midle East such as Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-Aqqad, Mustafa al-Manfaluti and Hussain Haikal. Then still using Arabic language he investigated the French, the English and the German opus such as Albert Camus, William James, Sigmund Freud, Arnold Toynbee, Jean Paul Sartre, Karl Marx and Pierre Loti. Hamka was a book-worm and always sharing with other Jakarta personages such as HOS Tjokroaminoto, Raden Mas Surjopranoto, pilgrim Fachruddin, Ar Sutan Mansur and Ki Bagus Hadikusumo while sharpening his talent so that become an skilled orator.

Hamka also active within Muhammadiyah Organization. He followed Muhammadiyah concept since 1925 against superstition, Islam heresy, Islam mystics and deviate faith in Padang Panjang. He then was elected to become the head of Majlis Pimpinan Muhammadiyah in West Sumatera by Muhamadiyah Conference, replacing S.Y. Sutan Mangkuto in 1946. He rearranged the development of Muhammadiyah Convention 31st  Yogyakarta in 1950.

Hamka was a journalist, writer, editor and publisher besides being active in religion and political field. Since the 1920s, he was a journalist of some newspaper such as Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam and Seruan Muhammadiyah. In 1928, he was an editor and published al-Mahdi magazine in Makasar. Hamka also ever become an editor of Pedoman Masyarakat magazine, Panji Masyarakat and Gema Islam.

Hamka had created many Islamic scientific writing and many fictive opus such as novel and short story. His famous masterpiece was Tafsir al-Azhar (5 volume) and his novels had attracted public attention and become literature text books in Malaysia and Singapore such as Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Di Bawah Lindungan Ka’bah and Merantau ke Deli.

Therefore, it was no wonder if Hamka received many awards in national and international scope.  For example, Al-Azhar University awarded him Doctor Honoris Causa 1958 and also the same award from University of Kebangsaan Malaysia in 1974. Indonesia’s government had also awarded him Datuk Indono and Pangeran Wiroguno title for what he had given to this country.

However, Hamka pass away on Juli 24th, 1981, but his merit and influence still giving huge impact in raising Islamic Religion’s dignity. He had proven that a boy from a small village could “speak” and give something excellent to the world. He was not only accepted as a big personage in his birth country Indonesia, but also respected by foreign countries such as Malaysia and Singapore.

Hamka is an Indonesian hero!

Jogja, January 30, 2012

Apa yang membesarkan sebuah bangsa?

Posted in Democracy, Nasionalisme, Opinion, Philosophy, Revolution with tags , , , , , , , , , on October 8, 2011 by Yul Prince Vartan Hyzhar

Parameter kebesaran suatu tidak hanya ditentukan oleh besar luas wilayah yang dimilikinya, itu hanyalah Sumber Daya Alam. Akan tetapi, ada sesuatu yang lebih penting dari semua itu, itulah Sumber Daya Manusia (SDM).

SDM itu akan mempunyai peranan penting dalam membesarkan suatu bangsa. Ada sebuah negara dengan contoh SDM yang mengagumkan yaitu Singapura.

Singapura dengan SDM mengagumkan yang dimilikinya telah dengan sangat baik menutup kekurangan SDA-nya. SDM yang militant itu kemudian secara mengagumkan mengolah apa-apa saja SDA yang dimilikinya menjadi sesuatu yang bernilai jual tinggi. Sukses menaikkan harga nilai jual SDA yang miskin itu (terutama di konversi ke dalam industry pariwisata), warganya pun “menjual diri” secara brilian sebagai ahli-ahli dan penasehat di bidang IT, industri, dan pendidikan.

Contoh lain, Jepang.

Jepang pada pertengahan abad 20 hancur luluh akibat kebrutalan perang dimana Jepang merupakan salah satu negara yang kalah perang. Walaupun demikian, di bawah puing-puing kehancuran infrastruktur dan sosial, Jepang dengan perlahan-lahan namun pasti bangkit. Kepedihan yang di derita menjelma menjadi pembakar semangat yang sangat efektif dan efisien. Layaknya seperti batu bara untuk bahan bakar dalam sebuah mesin uap. Perlahan namun pasti Jepang kemudian menguasai diri mereka sendiri. Kemudian beranjak mengusai Asia dan akhirnya menjadi salah satu kekuatan ekonomi di dunia.

Dari dua contoh di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa SDM itu adalah sesuatu yang sangat berharga dan menempati hirarki tertinggi untuk pembangunan suatu bangsa. Etos kerja adalah parameter penting itu.

Di satu sisi, ranah kebesaran yang dicapai bangsa-bangsa yang mengandalkan SDM mereka yang mengagumkan itu adalah terutama terbatas dalam pembangunan fisik dan mental secara keduniawian. Kecondongan terhadap duniawi ini sebenarnya bukan masalah jika kita bisa membentuk pola pikir yang seimbang antara duniawi dengan ukhrawi.

Sekarang kita melihat apa yang sedang terjadi dengan bangsa Indonesia ini?

Bangsa ini memang besar terutama oleh SDA-nya, namun sayang seribu sayang, SDM-nya belum terasah dengan baik sehingga kekayaan SDA itu seolah menjadi sedikit tidak bermakna.

Bukan maksudku menggurui karena kapasitasku belum cukup sampai di sana. Namun, aku hanya memberikan berusaha mengutarakan pendapat. This is a democracy country, isn’t? Bukankah kebebasan mengeluarkan pendapat adalah salah satu parameter yang menentukan kebesaran suatu bangsa? Tentu saja cara menyampaikan pendapat itulah yang akan menjadi penilaian public. Dan bagaimana penilaianmu? Itu tergantung pada cara pandang system individumu sendiri untuk menjawabnya.

 

*****

%d bloggers like this: