Archive for the Motivation Category

Threats, Indecisive, and Revolutionary

Posted in Literary, Motivation, Philosophy, Poem, Poetry, Psychology, Revolution with tags , , , , on June 7, 2013 by Yul Prince Vartan Hyzhar

******************************************************

threats - opportunities

indecisive

revolutionary

******************************************************

Let me see my world…

Let me drive my vehicle…

I’m a revolutionary who wants to move fastly…

But the roads are so bad and scary in front of me…

It would make me often to lose tracks…

It would make me stagger like a drunken man…

It would make me slammed to the street rocks…

Allow me to often be slashed by the terrible bushes…

 

This is not a form of an arrogant movement…

Because I’m not a loser…

This is just a latent desire…

From the constrained dreams…

 

Let me see my world…

Let me drive my vehicle…

I’m a revolutionary who wants to move fastly…

But the roads are so bad and scary in front of me…

Should I often lose my tracks?

What if I would often stagger like a drunken man?

Am I so patient if I would often be slammed to the street rocks?

Can I still stay when my skin is being slashed by the terrible bushes?

 

Suddenly, I aware…

Indeed, the revolution needs some threats…

And now, I feel threatened…

O, is this what is called indecisive?

Yes, I am an indecisive revolutionary…

*******

 

(Musing, Mood, Introspection, Revolutionary, and Revolution: Kamang, December 16th, 2012)

Advertisements

The Poet

Posted in Literary, Motivation, Philosophy, Poem, Poetry, Psychology with tags , , , , , on June 6, 2013 by Yul Prince Vartan Hyzhar

*********************************************************

poet

*********************************************************

The poet sits down solemnly looking up the dark sky…

Enjoying the goodness of the universe…

And the twinkling stars beautify the sky…

And the moon smiles to the earth charmfully…

  Like a virgin who is flirting…

Its innocence face cool off souls…

As if the poet was forced to immediately play on words…

   Spilling the passionate soul on the ground…

Right here…

He devotes the poem of life…

Carving civilization fulfilled with intrigue and conspiracy…

Lacing history of his developing feelings…

O, he even wanted to get lost in a jungle of romance mood…

Collecting the mosaic of experiences and knowledge…

Evoking memories of burying love…

Cook it in a pot of inspiration…

He ponders and keep writing…

Play on words as a poet…

Deceitful… in the silence of the dream land…

*******

 

(Nature, Poet, Mood, and Thoughts: Kamang, December 16th, 2012)

poetry

The Locked Awareness

Posted in Literary, Motivation, Poem, Psychology with tags , , on June 4, 2013 by Yul Prince Vartan Hyzhar

 *****************************************************

prison

*****************************************************

I realize that this world is a prison…

Temporary prison for the believers…

And I hope my consciousness grows in this prison…

But that consciousness was locked…

Imprisoned alone into the isolation cell…

 

I realize I’m just a man…

A man who has a lot of flaws…

Being caught in animal instincts…

But I realize that this life is just a game…

Such an intoxicating pleasure…

Beautifully seducing…

A blinding sparkle…

The borderless heaven for the pleasure seekers…

 

I realize that I’m just a contemptible and weak man…

But I determine to overcome the weakness…

Messy world will not shake my spirit…

My bleary gaze will not reduce my focus…

Romantic persuasion of Satan will not tempt my faith…

Glamoristic opium from 21st century will not blind my heart eyes…

I determine to always fight…

To find the forgotten truth…

 I realize that my life is not for the past or the present…

… my life is for the future…

 

But all this awareness is not that simple…

In the end I realized that I’m just a dust…

A dust that still loves playing on the floor…

My curiosity is much bigger than my careful habits…

I’m the dust that travels in desert of ordeal…

A drop of water in the ocean…

In fact, sometimes I’m just an empty space in the universe…

 

I realize that this life is a prison…

A temporary prison for the believers…

And I hope my consciousness grows in this prison…

But that consciousness was locked…

Imprisoned alone into the isolation cell…

 

*******

 

(Introspection, Musing, and Irony: Yogyakarta, April 26th, 2011)

Paradoks 2

Posted in Bahasa Indonesia, Motivation, My Songs, Philosophy, Psychology, Puisi, Revolution, Spiritualism with tags , , , , , on May 31, 2013 by Yul Prince Vartan Hyzhar

************************************************************

Paradox triangle 

************************************************************

Sebuah kerinduan pada idealisme mencengkeram hatiku…

Namun itu bagaikan pertanyaan belum terjawab…

… atau kenyataan yang belum terealisasi…

 

Aku membutuhkan udara segar lebih banyak lagi…

Dan kucoba mengeluarkan kepalaku dari jendela ini…

Namun, hanya terpaan keras angin pada wajah itulah yang kudapatkan…

Aku membutuhkan sebuah ruangan yang cerah dan terang…

Dan kucoba menambahkan beberapa lampu…

Namun, nyala lampu-lampu itu hanya membuatku begadang lebih larut…

Aku menginginkan sebuah gaya baru dalam berbusana…

Dan, kucoba memakai pakaian yang paling eksentrik…

Namun, itu hanya membuatku terlihat ekstrem dan menakutkan…

Aku ingin menyenangkan diri…

Dan, kucoba  mencuci otakku…

Namun, itu hanya membuatku menjadi seorang hedonis sejati…

 Aku ingin membuatmu bahagia…

Dan, kucoba membangkitkan senyummu…

Namun, itu hanya membuatku menjadi cemburu pada senyum manismu…

Aku ingin melihat kamu beraksi di atas panggung…

Dan, kucoba menyuruhmu bernyanyi…

Namun, itu hanya membuatmu bertambah malu…

Aku tidak ingin bermain di panggung huru-hara…

Dan, kucoba mengendalikan emosi yang labil ini…

Namun, ketololanku merusak niat baik ini…

 

Kutanyakan pada mereka dimana idealisme itu berada…

Namun mereka seakan lebih tidak peduli pada pertanyaanku…

… bahkan mereka tidak peduli pada idealisme mereka sendiri…

Oh, inikah dunia paradoks yang selalu berada di luar jangkauan itu?

Ya, kurasa ini adalah dunia itu…

… dunia yang selalu berada di luar jangkauan…

… aku hanya bisa melihat ia melayang…

… berputar-putar mengelilingiku…

Tiba-tiba aku sadar, ini adalah bagian dari setiap proses kehidupan…

Ini juga adalah kuasa Tuhan…

Dan, aku bersyukur karena Dia telah memberiku kesempatan…

Karena aku masih ingin mempelajari lebih dalam…

… tentang dunia paradoks itu…

*******

 

(Paradoks, Dunia, Hasrat, Idealisme, Renungan, dan Introspeksi: Yogyakarta, 2 Maret 2012)

Paradox Relativity

Paradoks 1

Posted in Bahasa Indonesia, Motivation, Philosophy, Psychology, Puisi, Revolution, Spiritualism with tags , , on May 31, 2013 by Yul Prince Vartan Hyzhar

*****************************************************

paradox 

*****************************************************

Barangkali aku sudah banyak belajar…

Namun, sayangnya aku tidak selalu mengembangkan…

Dan, disanalah kebenaran tertahan…

 

Aku sadar itu bukanlah suratan takdir…

Bukan juga sebuah fenomena alam…

Aku memang tidak pernah mempercayainya…

Namun, iblis membuat mataku seolah-olah tertutup…

Langit biru nan cerah sedang menantiku…

Namun, aku pergi menjelajah ke dalam dunia yang lebih gelap…

Hembusan lembut angin pantai menunggu untuk membelaiku…

Namun, aku berenang dalam pusaran banjir sampah nafsu sesaat…

Oh,… begitu menggiurkan…

Namun, ia tak pernah bisa melepas dahaga…

Di saat akar kebutuhan sudah tumbuh dan berkembang jauh…

Aku masih terperangkap oleh hal-hal berderajat rendah…

Oh, betapa perjuangan yang sering naïf dan tidak relevan…

Pencerahan sistem individu dan sistem sosial yang mengabur dan menguap…

Karena sisi iblis telah mencabik efisiensi kehendakku…

Pencerahan terhadap kebenaran yang dikotori oleh sampah hedonisme…

Pencerahan terhadap kebenaran yang dinodai kapitalisme…

Pencerahan terhadap kebenaran yang dicederai konsumerisme…

Pencerahan terhadap kebenaran yang dibodohi apatisme…

Pencerahan terhadap kebenaran yang diperkosa libidoisme…

Oh, betapa definisi kebenaran yang menjadi kabur…

Padahal kita semua sedang dinanti kubur…

Oh, dimanakah udara segar itu, Kawan?

Oh, betapa kontradiksi antara malaikat dan iblis yang tidak menyenangkan…

Pengejawantahan dari beberapa paradoks yang ganjil…

Seperti persepsi yang saling mempengaruhi dan menekan…

Malaikat berkata, “Malulah kalian karena malu itu sebagian dari iman”

Sementara iblis berkata, “Jangan terlalu perturutkan rasa malu kalian karena itu malu itu kemalangan… Hahaha!”

 

Barangkali aku sudah banyak belajar…

Namun, sayangnya aku tidak selalu mengembangkan…

Dan, disanalah kebenaran tertahan…

Apakah kekuasan kehendakku telah dikuasai oleh oleh kekuasan kebutuhanku?

Ah, aku masih mencari jawabannya, Kawan…

*******

 

Puisi ini sebagai sebuah hadiah ulang tahun dariku untuk diriku dan orang-orang terdekatku

(Paradoks, Renungan, dan Introspeksi, : Yogyakarta, 21 Maret 2012)

Seorang Revolusioner yang Bimbang

Posted in Bahasa Indonesia, Motivation, Philosophy, Psychology, Puisi, Revolution with tags , , , on May 30, 2013 by Yul Prince Vartan Hyzhar

************************************************

Biarkan aku melihat duniaku…

Biarkan aku mengendarai kendaraanku…

Aku adalah seorang revolusioner yang sedang ingin bergerak kencang…

Namun jalanan di hadapanku terlalu buruk dan menakutkan…

Memungkinkan aku akan sering kehilangan jalur…

Memungkinkan aku akan sering terhuyung bagaikan pemabuk jalanan…

Memungkinkan aku akan sering terbanting ke batu-batu jalanan…

Memungkinkan aku sering disayat semak berduri mengerikan…

 

Ini bukanlah sebuah bentuk pergerakan yang sombong…

Karena aku bukanlah seorang pecundang…

Ini hanyalah hasrat terpendam…

Dari mimpi-mimpi yang masih terkekang…

 

Biarkan aku melihat duniaku…

Biarkan aku mengendarai kendaraanku…

Aku adalah seorang revolusioner yang sedang ingin bergerak kencang…

Namun jalanan di hadapanku terlalu buruk dan menakutkan…

Haruskah aku akan sering kehilangan jalur?

Bagaimana kalau aku akan sering terhuyung bagaikan pemabuk jalanan?

Tabahkan aku jika sering terbanting ke batu-batu jalanan?

Sanggupkah aku jika sering disayat semak berduri mengerikan?

 

Tiba-tiba aku tersadar…

Revolusi itu memang membutuhkan ancaman…

Dan sekarang, aku merasa terancam…

Oh, inikah yang disebut kebimbangan?

Ya, akulah seorang revolusioner yang bimbang…

*******

 

(Renungan, Suasana Hati, Introspeksi, dan Revolusi: Kamang, 16 Desember 2012)

Hati, Sikap, dan Kontemplasi

Posted in Bahasa Indonesia, Motivation, Opinion, Philosophy, Psychology, Revolution, Spiritualism with tags , , , , , , , , , , on April 4, 2012 by Yul Prince Vartan Hyzhar

*

**

***

*****

*******

Terlalu banyak obsesi juga tidak baik. Artinya, kau akan semakin kehilangan kesempatan untuk dapat memfokuskan diri pada satu obsesi secara elegan.

*****

Masihkah kalian menyebut itu ayat-ayat cinta. Namun, mengapa banyak di antara kalian yang memucat karena dilukai cinta. Oh, kalian hanyalah mayat-mayat cinta.

*****

Mengapa kalian terlalu serius untuk hal-hal sederhana berderajat rendah itu? sementara hal-hal penting telah terlalaikan tanpa kalian sadari.

*****

Banyak orang menyangka hidup ini cukup sederhana dan bisa diperturutkan seperti layaknya air mengalir begitu saja. Ah, sungguh sebuah kebodohan dan kebohongan terbesar yang pernah kudengarkan.

*****

Seorang pria janganlah merendahkan seorang wanita dari sudut pandang penilaian fisik apa pun karena semakin ia mengharapkan kesempurnaan ‘luar’ itu, semakin kering dan dangkal kebijakan pribadinya.

*****

Anggur hedonism selalu menggoda dan menggiurkan untuk dicicipi. Padahal, itu adalah candu duniawi yang memiliki racun untuk membuat otak para peminumnya tidur ketika ia sedang sadar.

*****

Kebutuhan perut dan di bawah perut adalah alasan klasik kaum purba untuk memulai perang.

*****

Walau bagaimana pun, wanita dan seksualitas adalah sebuah sistem yang tidak dapat dipisahkan.

*****

*****

Sebenarnya banyak pria jatuh cinta pada wanita pada pandangan pertama, namun sikap dan cara berpikir dari wanita itulah yang akhirnya menentukan apakah pria tersebut ingin melanjutkan atau segera mengakhiri hubungan antara mereka.

*****

Pertanyaan mengapa para pria selalu memikirkan tentang seksualitas seorang wanita adalah hampir sama dengan pertanyaan mengapa para wanita pada dasarnya selalu ingin memamerkan bagian tubuhnya yang paling sensual.

*****

Cinta adalah seperti reaksi dua arah. Jangan kalian sebut itu cinta kalau tidak ada energi untuk saling memberi dan menerima.

*****

Aku hampir selalu memikirkan tentang sebuah revolusi, namun sayangnya aku tidak pernah berusaha memikirkan bagaimana hasil akhirnya.

*****

Terkadang pemikiran ‘Dikerjakan, bukan dipikirkan’ memberi efek yang jauh lebih bertenaga daripada sekedar mempunyai hasrat, mimpi, dan cita-cita. Hanya saja memiliki pemikiran seperti itu berarti kita juga harus memiliki kemampuan menanggung resiko yang juga lebih besar.

*****

Terkadang masa lalu dan orangtua memberikan masukan dan gizi kemanusiaan yang teramat besar kepada kita, namun sayangnya, hanya segelintir dari kita yang bisa benar-benar tahu ‘berterimakasih’.

*****

Ah, aku tidak menginginkan cara-cara beribadah seperti ‘elemen mekanis dalam sebuah mesin’ itu. Namun, sayangnya, aku seringkali berlaku sebagai prototype dari sistem mekanis itu.

*****

Tidak ada manusia yang paling bajingan sekalipun pernah lahir ke dunia ini dengan sengaja mempunyai niat untuk merusak dunia. Keinginan itu terjadi hanya setelah empatinya cukup lemah hingga satu-satunya bantuan moral yang diterimanya adalah kesombongan setan.

*****

Mengapa ada yang batinnya lemah, padahal secara lahir, ia kuat? Dan, sebaliknya mengapa ada batinnya kuat, padahal secara lahir, ia lemah? Ah, kurasa masing-masing dari kita telah mempunyai jawaban cerdasnya, namun mengapa kita masih sering salah dalam menempatkan kata ‘lemah’ dan ‘kuat’ dalam dunia nyata?

*****

Kau ingin meneguk anggur hedonism itu?

Kupastikan rasa dahagamu tidak akan pernah berhenti.

*****

Pernahkah aku bekerja lebih baik dari ini? Kalau pernah, lalu mengapa sekarang kualitas kinerjaku menurun? Mengapa hal demikian bisa terjadi? Apakah aku sudah terlalu tua untuk menangani hal itu?

*****

Percaya diri? Apa yang kau ketahui tentang itu? Masalah percaya diri sebenarnya adalah masalah kemampuan untuk jujur terutama jujur kepada diri sendiri.

*****

Sensualitas dan seksualitas adalah salah satu kenikmatan fantasi duniawi yang jika dicicipi secara sembarangan akan merusak kenikmatan duniawi lain yang lebih besar. Namun, kebanyakan orang tidak menyadari hal itu. Atau, apakah kebanyakan mereka sedang berpura-pura untuk tidak menyadarinya? Ah, hanya Tuhan dan orang itu sendiri yang mengetahuinya.

*****

Sebuah pernyataan yang sangat bijak, tapi tidak sedap didengar:

“Orang yang paling bahagia sekaligus paling menderita di dunia ini adalah orang yang sedang jatuh cinta”.

*****

Mengapa kau mencintaiku ketika aku tidak bisa mencintaimu? Dan mengapa kau tidak bisa menerima cintaku ketika aku sedang mencintaimu? Ah, apakah ini termasuk sebuah hukum alam yang bernama ‘kesetimbangan’? Kalau ya, inilah hukum yang paling lucu yang pernah aku dengar…

*****

Di manakah letak semangat itu? Di manakah letak kreatifitas itu? Di manakah letak pemikiran kritis itu? Di manakah letak kebijaksanaan itu? Di manakah letak kepuasan itu? Di manakah letak kesabaran itu? Di manakah letak ketekunan itu? Di manakah letak empati itu? Di manakah letak kecerdasan itu? Di manakah letak kejeniusan itu? Di manakah letak keuletan itu? Di manakah letak kejujuran itu? Di manakah letak moral itu? Di manakah letak kestabilan itu? Di manakah letak ketenangan itu? Di manakah letak kedamaian jiwa itu? Di manakah letak kebahagiaan itu? Di manakah letak kebaikan-kebaikan itu?

Ah, kurasa dosaku terlalu banyak sehingga aku bahkan belum bisa menjawab sebuah pertanyaan pun. Sungguh ironis dan memalukan untuk orang sekelas diriku.

*****

Ceritakan padaku apa yang kau ketahui tentang cinta dan nafsu?

Cinta akan memberi tanpa mengharapkan balasan, sementara nafsu akan memberi karena ia membutuhkan balasan.

*****

Aku selalu jatuh cinta sekaligus merasa iri kepada sesuatu yang tidak kumiliki tapi kuinginkan. – kontradiksi yang tidak menyehatkan jiwa.

*****

Setan memiliki jutaan alat untuk mengaburkan nilai-nilai moral dan agama yang ada. Salah satunya bernama romantisme – alat ini bekerja efektif kepada generasi muda dari masa ke masa -.

*****

Manusia seringkali tertipu untuk mengejar penampilan luar (fisik). Dan, kurasa mereka akan selalu tertipu.

*****

Masa muda sampai masa tua itu ternyata berlalu lebih cepat daripada masa kelahiran sampai kanak-kanak.

*******

*****

***

**

*

%d bloggers like this: