Enigma dan Selingan – Friedrich Nietzsche dalam Beyond Good and Evil

Enigma dan Selingan oleh Friedrich Nietzsche

(Buku: Beyond Good and Evil)

Ini adalah untaian filsafat Nietszche dari buku filsafat provokatifnya “Beyond Good and Evil – Prelude Menuju Filsafat Masa Depan” yang terdapat dalam Bab “Enigma dan Selingan”. Dalam menulis ulang untaian filsafat ini, saya sengaja tidak memasukkan beberapa bagian “enigma”-nya yang berhubungan dengan Tuhan karena saya tidak memiliki pengetahuan bagaimana pemahaman Nietszche sendiri tentang Tuhan.

Nietszche adalah salah seorang filsuf yang mungkin sangat gelisah yang pernah hidup dan di dunia. Ia unik dan sangat percaya diri untuk menelanjangi tatanan perikehidupan Eropa dan dunia dengan gaya filsafatnya yang selalu panas, tajam, sarkastik, percaya diri, eksentrik, dan yang terpenting, konsisten. Nietszsche dengan lantang berkata, “Aku bukan seorang manusia, melainkan sebuah dinamit. Membuat orang lain gelisah adalah tugasku.”

*******

*****

***

**

*

Seorang guru sejati tidak menganggap segala sesuatu secara serius, bahkan termasuk dirinya sendiri, kecuali tentang muridnya.

*****

‘Pengetahuan demi pengetahuan itu sendiri’ – ini adalah perangkap terakhir yang dipasang oleh moralitas, menjerat kita sepenuhnya sekali lagi.

*****

Pengetahuan hanya akan memiliki sedikit daya pikat jika tidak ada begitu banyak rasa malu yang harus diatasi dalam mencapainya.

*****

‘Aku telah melakukannya’, kata ingatanku. Aku tidak mungkin telah melakukannya – kata kesombonganku dan tetap tidak tergoyahkan. Akhirnya – ingatanku menyerah.

*****

Kau adalah pengamat kehidupan yang buruk jika kau belum melihat tangan kebaikan – yang membunuh.

*****

Jika seseorang punya karakter, berarti dia juga memiliki pengalaman tipikalnya  yang terjadi berulang kali.

*****

Orang bijak sebagai astronom. – Selama kau belum merasakan bintang-bintang sebagai sesuatu ‘di atasmu’, kau belum memperoleh tatapan dari seseorang dengan pemahaman yang mendalam.

*****

Bukan kekuatan dari perasaan-perasaan besarnya, tetapi ketahanan perasaan itulah yang menandakan seorang manusia besar.

*****

Seseorang yang telah menjangkau tujuannya berarti telah melampauinya.

*****

Beberapa burung merak menyembunyikan ekornya dari semua mata – dan menyebutnya kebanggan.

*****

Seorang genius tidak dapat dipertahankan jika dia tidak memiliki setidaknya dua hal lain: perasaan bersyukur dan kebersihan.

*****

Tingkat dan sifat seksualitas seseorang meluas sampai puncak semangatnya.

*****

Jika segala sesuatunya damai, orang yang suka perang akan berjalan sendirian.

*****

Kita menggunakan prinsip-prinsip dasar untuk mentirankan atau membenarkan, menghargai, mencemooh dan menyembunyikan kebiasaan-kebiasaan kita – dua orang dengan prinsip dasar yang sama mungkin memiliki maksud yang berbeda.

*****

Seseorang yang memandang rendah dirinya sendiri masih menghargai dirinya sebagai seseorang yang memandang rendah dirinya sendiri.

*****

Hati yang tahu bahwa ia dicintai, namun tidak mengetahui dirinya sendiri, menunjukkan endapannya – bagian dasar – naik ke atas.

*****

Mengerikan jika mati kehausan di tengah laut. Apakah kebenaranmu harus sedemikian asin, sehingga ia bahkan tidak lagi dapat – meredakan dahaga?

*****

‘Mengasihi semua orang’ – itu berarti menghukum dan mentirankan dirimu sendiri, tetanggaku!

*****

Insting, – Saat rumahmu kebakaran, kau bahkan lupa untuk makan.

Ya, tapi kau mengingatnya kemudian di atas tumpukan abu.

*****

Perempuan belajar membenci dengan cara yang sama saat mereka – belajar melupakan cara memperdaya.

*****

Laki-laki dan perempuan memiliki emosi yang sama, tetapi temponya berbeda: inilah mengapa pria dan wanita tidak pernah berhenti salah memahami satu sama lain.

*****

Di balik semua kesombongannya, seorang perempuan masih menyembunyikan perasaan jijiknya – terhadap ‘perempuan’.

*****

Hati terikat, jiwa bebas. – Jika kau mengikat dan merantai hatimu kuat-kuat, kau dapat memberikan banyak kebebasan pada jiwamu: itulah yang kukatakan, pada suatu hari. Akan tetapi, orang-orang tidak percaya, kecuali saat mereka benar-benar menemukannya.

*****

Kita mulai tidak percaya pada orang-orang pintar saat mereka dipermalukan.

*****

Pengalaman-pengalaman yang menakutkan membuat kita bertanya-tanya apakah orang yang mengalaminya tidak berubah menjadi sesuatu yang juga menakutkan.

*****

Orang-orang yang berberat hati (sedih) memberikan tanggapan pada hal yang sama membuat orang lain berberat hati, mencintai dan membenci, dengan menjadi lebih ringan, dan kadang muncul ke permukaan mereka.

*****

Sangat dingin, seperti es, sehingga kau membakar jari-jarimu di atas dirinya! Semua tangan yang menyentuhnya ditarik kembali dengan ketakutan!

Dan karena alasan inilah, beberapa orang berpikir dia benar-benar menyala.

*****

Apakah ada orang yang kadang tidak mempertahankan reputasi baiknya dengan mengorbankan – dirinya sendiri?

*****

Dalam keramahan tidak ada kebencian terhadap manusia – inilah mengapa begitu banyak hal yang menjijikkan.

*****

Kedewasaan seseorang: setelah menemukan kembali keseriusan yang pernah dimilikinya saat masih anak-anak, saat sedang bermain.

*****

Malu pada amoralitas kita: ini adalah satu langkah di tangga yang mengarah menuju rasa malu pada moralitas kita.

*****

Kita harus meninggalkan hidup seperti Odysseus yang terpisah dari Nausicaa – dengan sebuah berkah, tetapi bukan dalam cinta.

*****

Apa ini? Manusia besar? Tapi yang aku lihat seorang aktor dari tujuan-tujuannya sendiri.

*****

Saat kita mengajari kesadaran kita untuk melakukan tipuan, ia mencium kita sekaligus menggigit kita.

*****

Orang yang kecewa berkata, “Aku menyimak sebuah gema tetapi yang aku dengar hanya pujian”.

*****

Sesuai dengan diri kita, kita semua pura-pura lebih sederhana dari yang sebenarnya: inilah cara di mana kita dapat bersantai dari orang lain.

*****

Mengetahui cintanya ditolak sebenarnya merupakan kekecewaan seorang kekasih atas orang yang dicintainya. ‘Apa ini? Orang ini tidak cukup beranggapan cukup bahkan untuk mencintaimu? Atau cukup bodoh?’

*****

Bahaya dalam kebahagiaan. – ‘Segala sesuatu menjadi benar bagiku sekarang, mulai sekarang aku akan mencintai semua perubahan takdir – siapa yang ingin menjadi takdirku?’

*****

Melalui music, bahkan hasrat kita dapat menikmatinya dirinya sendiri.

*****

Sekali kau berketetapan hati untuk menutup telinga bahkan pada kontra-argumentasi terbaik, maka itu menunjukkan bahwa kau memiliki karakter yang kuat. Dan kadang juga kehendak menuju kebodohan.

*****

Tidak ada yang disebut sebagai fenomena moral, yang ada hanya interpretasi moral atas fenomena…

*****

Seringkali, seorang penjahat dilihat dari perbuatannya: dia mengecilkan dan merendahkannya.

*****

Seorang pengacara kriminal jarang yang cukup lunak untuk dapat mengubah kengerian dari perbuatannya menjadi keuntungan pelaku kejahatan.

*****

Kesombongan kita paling tahan terhadap rasa sakit saat harga diri kita terluka.

*****

Seseorang yang merasa dirinya ditakdirkan untuk mengamati dan bukan meyakini, akan menemukan bahwa semua penganut terlalu cerewet dan suka mendesak: dia akan menolak mereka.

*****

Kau ingin membujuknya? Cobalah pura-pura malu di depannya.

*****

Antisipasi besar atas cinta seksual dan rasa malu dalam antisipasi ini menghancurkan semua pandangan tentang perempuan semenjak awal.

*****

Saat cinta atau pun kebencian tidak berperan, tindakan perempuan akan biasa-biasa saja.

*****

Periode-periode besar dalam kehidupan kita terjadi saat kita memperoleh keberanian untuk mentasbihkan kembali apa yang buruk dari kita sebagai yang terbaik.

*****

Kehendak untuk menguasai emosi dalam analisis terakhir hanyalah kehendak dari beberapa emosi lainnya.

*****

Ada kesucian dalam kekaguman: ini terjadi dalam diri orang yang belum menyadari bahwa suatu hari nanti ia mungkin akan dikagumi.

*****

Ketidaksukaan pada yang kotor dapat menjadi sedemikian besar sehingga hal itu akan mencegah kita membersihkan diri – dari menyucikan diri sendiri.

*****

Sensualitas seringkali mendorong pertumbuhan cinta terlalu cepat, sehingga akarnya tetap lemah dan mudah tercabut.

*****

Bagi beberapa orang, memperoleh kesenangan dalam pujian hanyalah kesopanan hati – dan kebalikan langsung dari kesombongan pikiran.

*****

Bahkan kumpul kebo telah dirusak – oleh perkawinan.

*****

Seseorang yang dapat bersukaria saat akan dibakar di tiang pancang bukanlah menang atas penderitaan tetapi atas fakta bahwa ia tidak merasakan sakit saat ia mengharapkannya. Sebuah parable.

*****

Saat kita dipaksa untuk menilai kembali seseorang, kita menilainya dengan kasar karena ia merepotkan kita.

*****

Satu orang adalah jalan memutar yang diambil oleh alam untuk sampai pada enam atau tujuh orang besar.

Ya dan kemudian mengelilingi mereka.

*****

Semua perempuan yang baik menemukan bahwa ilmu pengetahuan adalah bertentangan dengan kesopanan mereka. Ia membuat mereka merasa seakan-akan ada orang yang ingin melihat di balik kulit mereka – atau yang lebih parah! Di balik pakaian dan kosmetik mereka.

*****

Semakin abstrak kebenaran yang ingin engkau ajarkan pada kami, semakin besar pula yang harus kau lakukan untuk menarik perhatian kami untuk mempelajarinya.

*****

Seseorang mulai menunjukkan siapa dirinya sat bakatnya mulai berkurang – saat dia berhenti menunjukkan apa yang dapat dilakukan. Bakat dapat juga menjadi dandanan; dandanan juga dapat menjadi tempat persembunyian.

*****

Jenis kelamin menipu diri mereka sendiri tentang yang lain: sebagai hasilnya, mereka pada dasarnya hanya menghargai dan mencintai diri mereka sendiri (atau yang ideal dari mereka, untuk lebih halusnya). Jadi laki-laki menginginkan perempuan tenang – tetapi perempuan menurut sifatnya tidak dapat tenang, seperti kucing, seberapa pun banyak mereka belajar untuk memberikan kesan ketenangan.

*****

Orang-orang sebaiknya dihukum karena kebaikan mereka.

*****

Seseorang yang tidak mengetahui cara menemukan jalan menuju cita-citanya akan menjalani hidup dengan lebih sembrono dan kuran ajar dibandingkan dengan orang yang tidak punya cita-cita.

*****

Indra perasa kita adalah sumber pertama dari semua kredibilitas, semua kesadaran yang baik, semua kebenaran yang jelas.

*****

Pharisaisme bukanlah merosotnya seseorang yang baik: tapi satu bagian penting darinya tersatukan dengan segala macam kebaikan.

*****

Seseorang mencari bidan bagi pikiran-pikirannya, yang lain ingin menjadi bidan: asal-usul percakapan yang baik.

*****

Dalam menghadapi kaum terdidik dan seniman, kita dengan mudah dapat salah dalam memperhitungkan kebalikan: seringkali kita menemukan orang biasa di balik penampilan seseorang terdidik yang luar biasa, dan pada kenyataannya kita juga sering menemukan seseorang yang luar biasa di balik penampilan yang biasa.

*****

Apa yang kita lakukan dalam mimpi juga kita lakukan saat terjaga: kita pertama-tama memimpikan seoran teman – dan langsung lupa bahwa kita telah melakukannya.

*****

Dalam balas dendam dan cinta, perempuan lebih barbar dibandingkan laki-laki.

*****

Nasehat aneh! Agar suatu ikatan tetap kuat, pertama-tama gigitlah terlebih dahulu.

*****

Perut adalah alasan manusia tidak langsung menjadikan dirinya sebagai dewa.

*****

Pepatah yang paling murni yang pernah aku dengarkan: ‘Dans le veritable amour c’est l’ame qui envelope le corps.

*****

Kesombongan kita cenderung mengatakan bahwa apa yang dapat kita lakukan paling baik adalah yang paling berat kita lakukan. Satu catatan tentang asal-usul moralitas.

*****

Saat seorang perempuan ingin memperoleh pendidikan, biasanya ada yang salah dalam seksualitasnya. Kemandulan di dalam dan di luar dirinya sendiri memberikan kecendrungan menuju bentuk maskulinitas tertentu: karena, jika dapat saya katakana, laki-laki adalah ‘binatang mandul’.

*****

Dalam membandingkan perempuan dan laki-laki secara umum, kau mungkin berkata bahwa perempuan tidak akan memperoleh kegeniusan sebagai dandanan mereka jika mereka tidak memiliki insting tentang peran pendukung.

*****

Semua orang yang berperang melawan monster harus hati-hati dalam prosesnya agar tidak menjadi monster. Dan jika kau menatap ngarai terlalu lama, ngarai itu juga akan menatapmu.

*****

Membujuk tetanggamu untuk menerima opini yang baik dan kemudian dengan tulus mempercayai opininya – dalam tipuan macam ini, siapa yang lebih pintar dibandingkan perempuan?

*****

Apa yang dalam suatu zaman dilihat sebagai yang jahat biasanya merupakan gema dari sesuatu yang dulunya pernah dilihat sebagai yang baik – atavisme dari cita-cita lama.

*****

Memiliki bakat tidaklah cukup: kita juga memerlukan izin untuk memilikinya – bukankah begitu? Teman-temanku yang baik?

*****

‘Di mana pohon pengetahuan berdiri, kau akan selalu menemukan surga’ – itu yang akan dikatakan oleh ular naga yang paling tua dan paling muda kepadamu.

*****

Apa yang dilakukan demi cinta selalu terjadi diluar kebaikan dan kejahatan.

*****

Keluhan, pengelakan, ketidakpercayaan, olok-olok – semuanya adalah indikasi kesehatan: semua yang mutlak ada di bawah patologi.

*****

Perasaan terhadap tragedi naik dan turun bersama dengan sensualitas.

*****

Kegilaan adalah sesuatu yang langka dalam individu – tapi dalam kelompok, partai politik, negara, epos, ia adalah peraturan.

*****

Insting kita yang paling kuat, sang tiran dlam diri kita, tidak hanya menundukkan nalar tetapi juga kesadaran kita…

*****

Kita harus membayar kembali, yang baik atau pun yang buruk: tapi mengapa harus dilakukan pada orang yang memperlakukan kita dengan baik atau buruk?

*****

Kita tidak lagi cukup mencintai pengetahuan kita, setelah kita mengkomunikasikannya.

*****

Puisi tidak kenal malu dengan pengalaman mereka: mereka mengeksploitasinya.

*****

‘Thy neighbor bukanlah tetanggamu, tetapi tetangga dari tetanggamu’ – seperti yang dikatakan semua orang.

*****

Cinta mengungkapkan kualitas-kualitas besar dan tersembunyi dari pencintanya – apa yang langka dan merupakan perkecualian dari dirinya: dalam artian bahwa cinta menyembunyikan apa yang biasa-biasa saja.

*****

Tentang semua partai politik. – Seorang gembala juga selalu membutuhkan genta – atau kadang dia sendiri yang menjadi dombanya.

*****

Memang benar bahwa kita berbohong di mulut; tetapi jika kita melakukannya dengan muka meringis, kita akhirnya juga akan mengatakan yang sebenarnya.

*****

Dalam kumpulan orang-orang yang keras, perasaan yang lembut adalah penyebab rasa malu – dan sesuatu yang berharga.

*****

Berbicara banyak tentang dirimu sendiri juga dapat menjadi cara bersembunyi.

*****

Memuji lebih mengganggu dibandingkan menyalahkan.

*****

Dalam diri seseorang yang memiliki pengetahuan, kesalehan memiliki pengaruh yang hampir komikal, seperti tangan lembut yang menyentuh seekor siklop.

*****

Sepanjang masa, kita merangkul orang-orang yang berbeda (karena kita dapat merangkul semua orang) karena alasan-alasan kasih persaudaraan; tetapi fakta itu harus disingkirkan dari orang yang berbeda.

*****

Kita tidak merasakan kebencian sejauh kita melihatnya dengan ringan, tetapi hanya jika kita melihatnya dengan bobot yang sama atau lebih besar.

*****

Kau para utilitarian, bahkan cintamu terhadap segala sesuatu yang utile hanyalah kendaraan bagi kesukaanmu – apakah kau benar-benar setuju bahwa suara berisik roda-rodanya sangat mengganggu?

*****

Pada akhirnya, adalah keinginan, bukan diinginkan, yang kita cintai.

*****

Kita menemukan kesombongan orang lain berkebalikan dengan cita rasa kita hanya jika kesombongan itu bertentangan dengan kesombongan kita.

*****

 Dalam berbicara tentang ‘kejujuran’, mungkin tidak ada seseorang pun yang cukup jujur.

*****

Tidak ada seorang pun yang percaya pada tindakan-tindakan bodoh dari seseorang pandai: benar-benar suatu kehilangan yang buruk atas hak-hak manusia!

*****

Konsekuensi dari tindakan kita akan langsung menyambar tengkuk kita, dan melupakan fakta bahwa pada saat itu kita telah ‘memperbaiki jalan kita’.

*****

Ada kemurnian dalam berbohong yang menandakan keimanan yang baik atas suatu penyebab.

*****

Adalah tidak manusiawi memberikan berkah saat kita dikutuk.

*****

Mendekatnya seseorang yang lebih tinggi adalah menyakitkan karena ia tidak dapat dibalas.

*****

‘Apa yang mengejutkanku bukanlah karena kau berbohong padaku, tapi karena aku tidak lagi percaya padamu’.

*****

Ada kecerobohan dalam kebaikan yang sangat mirip dengan kedengkian.

*****

‘Aku tidak suka padanya’.

Kenapa?

‘Aku tidak dapat mengikutinya’.

Apakah ada yang pernah menjawab?

*******

*****

***

**

*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: