Ringkasan Tesisku: Balada Daya Mekanik Model Turbin Ulir

*****

JUDUL RESMI

RANCANG BANGUN DAN STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PERBEDAAN JARAK PITCH DAN KEMIRINGAN POROS TERHADAP KINERJA MEKANIK MODEL TURBIN ULIR 2 BLADE PADA ALIRAN HEAD RENDAH

Oleh
Yul Hizhar
PEMBIMBING:
1. Dr. Ir. Bambang Yulistianto
2. Ir. Suryo Darmo, M.T.

 *****

DAFTAR ISI

JUDUL RESMI

ISI

BAB I PENDAHULUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V KESIMPULAN, SARAN DAN DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

 *****

BAB I

PENDAHULUAN

Sesungguhnya Indonesia adalah negara yang cukup kaya dengan potensi energi terbarukan seperti energi mini/mikrohidro, energi biomassa, energi surya, energi angin, energi panas bumi, energi laut, dan energi nuklir. Khusus untuk mikrohidro, pengembangannya biasanya memanfaatkan potensi aliran air dengan head (ketinggian) dan debit tertentu yang dikonversi menjadi energi listrik melalui turbin dan generator. Pada kenyataannnya, di Indonesia, rata-rata menunjukkan bahwa potensi sumber daya airnya memiliki debit besar dan head yang rendah. Jadi, pengembangan turbin head rendah (low head) atau head sangat rendah (ultra low head) sangat cocok dikembangkan di Indonesia.

Maka dari permasalahan di atas, penulis tertarik untuk mengembangkan jenis turbin yang dapat beroperasi optimal pada head rendah debit tinggi. Di dalam penelitian ini, penulis mengembangkan penelitian tentang turbin ulir. Turbin ini beroperasi dengan putaran rendah dan masih tergolong baru dikembangkan di Indonesia, namun turbin ini memiliki beberapa keunggulan di antara jenis turbin head rendah yang lain tidak memerlukan sistem kontrol khusus karena penggunaan unit peralatan dan generator yang standar, mudah dalam konstruksi, mudah dalam instalasi dan perawatan, ramah lingkungan dan fish-friendly, efisiensi turbin yang tinggi untuk kondisi operasi head rendah dan debit tinggi.

Kinerja sebuah turbin ulir dipengaruhi oleh parameter-parameter yang terkait dalam perancangan turbin ulir itu sendiri. Salah satu parameter penting dalam perancangan turbin ulir adalah pitch atau jarak periode dari sebuah sudu (blade). Aspek lain dalam pertimbangan rancangan turbin ulir adalah pemasangan turbin atau kemiringan poros. Berdasarkan uraian tersebut diatas, penulis tertarik mengembangkan penelitian tentang turbin ulir yang bertujuan mengetahui pengaruh perbedaan jarak pitch dan kemiringan poros terhadap kinerja mekanik turbin ulir 2 blade serta sebagai referensi dalam pengembangan turbin ulir sebagai penggerak mula (prime mover) dalam pembangkit skala kecil (mikrohidro).

*****

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Archimedes screw adalah jenis ulir yang telah dikenal sejak zaman kuno dan telah digunakan sebagai pompa untuk pengairan pada Taman Bergantung di Babylonia. Seiring dengan krisis energi yang terjadi di dunia serta terbatasnya potensi sumber energi air yang memiliki head tinggi, maka dimulai pada tahun 2007 yang lalu, seorang insinyur mengemukakan idenya bahwa jika pompa ulir berputar terbalik dan membiarkan air mengendalikan pompa kemudian di atas pompa tersebut dipasang sebuah generator maka listrik akan dapat dihasilkan sepanjang generator tersebut tidak terkena air atau basah. Jadi pada prinsipnya turbin ulir merupakan pembalikan dari fungsi pompa ulir itu sendiri (Adly dan Irfan, 2010).

Rorres (1998) menyatakan bahwa geometri dari sebuah ulir Archimedes (Archimedes screw) ditentukan oleh beberapa parameter eksternal yaitu jari-jari terluar, panjang ulir, dan kemiringan. Parameter-parameter lain yang mempengaruhi adalah parameter internal seperti jari-jari dalam, jumlah blade, dan pitch blade. Parameter-parameter eksternal tersebut biasanya ditentukan oleh lokasi penempatan ulir Archimedes dan seberapa banyak air yang akan diangkat. Sementara parameter-parameter internal adalah bebas ditentukan sendiri untuk mengoptimalkan performansi atau kinerja dari ulir.

Menurut FAO Corporate Document Repository, Archimedean screw pump adalah pompa tertua yang pernah ada semenjak orang menaruh perhatian terhadap pemindahan cairan. Namun demikian jenis pompa ini sampai sekarang masih banyak digunakan karena beberapa kelebihannya. Pompa ini dapat bekerja secara optimum pada sudut instalasi 30° sampai 40°.

Menurut Ritz-Atro Pumpwerksbau Gmb (2009), prinsip kerja turbin ulir Archimedean hydrodynamic adalah pembalikan dari pompa Archimedean dimana turbin ini memanfaatkan energi aliran air menjadi energi mekanik. Rentang output daya adalah berkisar dari 1 – 250 kW, debit aliran berkisar dari 100 – 5000 l/s, dan kemiringan berkisar dari 22° – 36°.

*****

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Diagram Alir (Flowchart) Penelitian

3.2. Alat-alat Penelitian

Peralatan utama yang digunakan pada penelitian ini yaitu:

  1. Model turbin ulir yang akan diuji
  2. Tachometer untuk mengukur kecepatan putaran turbin
  3. Ember ukur kapasitas 60 liter dan stopwatch untuk mengukur debit.
  4. Busur untuk mengukur kemiringan poros turbin.
  5. Mistar baja untuk mengukur ketinggian muka air.
  6. Neraca pegas dan neraca digital untuk mengukur beban pengereman dalam pengukuran torsi.
  7. Tools box yang berisi kunci-kunci, tang, dan obeng sebagai alat bantu assembling dalam penggantian variasi pitch model turbin ulir.

3.3. Variabel Penelitian

Penelitian ini bersifat ekperimen dan variabel yang ada terbagi atas:

  1. Variabel bebas (independent variable), merupakan variable yang tidak tergantung atau terpengaruh oleh variable lain. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pitch (Λ) dan kemiringan poros turbin (θ).
  2. Variabel terikat (dependent variable), merupakan variable yang tergantung atau terpengaruhi oleh variable lain. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kecepatan putar turbin (n), torsi (T), daya air (Pf), daya turbin (Pt), dan efisiensi turbin (η).

3.4. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hidrolika D3 Sipil Universitas Gadjah Mada. Waktu penelitian adalah dari bulan Juni 2011 sampai bulan Agustus 2011.

*****

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Pengujian Tanpa Beban

Pengujian tanpa beban bertujuan untuk melihat pengaruh variasi tiga pitch dan kemiringan poros model turbin ulir terhadap kecepatan putaran turbin pada saat turbin belum dibebani. Variasi kemiringan poros turbin adalah 25º, 30º, 35º, 40º, dan 45º. Debit aliran yang digunakan adalah konstan yaitu 0,00728 m3/s. Hubungan antara kemiringan poros dan kecepatan putaran turbin tanpa beban dapat dilihat pada Gambar 4.1.

Perubahan kecepatan putaran turbin ini terjadi karena pengaruh daya aliran yang menumbuk blade. Pada variasi kemiringan 25º hingga 35º, pola aliran masih stabil dan tidak terjadi loncatan ketika menumbuk lingkaran ulir blade sehingga gaya aliran Fa bekerja efisien untuk menghasilkan gaya tangensial dan putaran turbin.  Namun, pada variasi kemiringan poros 40º dan 45º, terlihat adanya perubahan bentuk aliran di mana aliran air cenderung meloncat dari ujung flume dan tidak tepat lagi menumbuk lingkaran ulir pertama blade. Aliran air cenderung menumbuk bagian tengah rotor atau poros dalam (Di) sebelum menumbuk lingkaran ulir pertama dari blade turbin. Gaya aliran air Fa yang berkurang pada blade ini menyebakan penurunan gaya tangensial, sehingga kecepatan putaran turbin juga berkurang.

Pada pengujian tanpa beban ini, meskipun selisih kecepatan putaran yang dihasilkan antara tiap model turbin ulir tidak begitu besar, namum secara umum model turbin ulir pitch 2Ro menghasilkan kecepatan putaran yang lebih tinggi dibandingkan model turbin ulir pitch 1,6Ro dan 1,2Ro. Kecepatan putaran tertinggi dihasilkan oleh masing-masing model turbin ulir pada kemiringan poros 35º, di mana model turbin ulir pitch 2Ro menghasilkan 255 rpm, model turbin ulir pitch 1,6Ro menghasilkan 254 rpm, dan model turbin ulir pitch 1,2Ro menghasilkan 252 rpm.

4.2. Perbandingan Kinerja Mekanik Model Turbin Ulir Antara Hasil Pengujian dan Hasil Teoritis

Torsi yang dihasilkan oleh setiap model turbin ulir dalam penelitian ini dapat di tentukan secara teoritis. Parameter-parameter yang harus diketahui untuk mencari torsi teoritis yang dihasilkan oleh sebuah turbin ulir adalah gaya tangensial Ft yang dihasilkan oleh sebuah lingkaran ulir, jari-jari momen puntir r, dan jumlah total lingkaran ulir nb.

Perhitungan untuk mencari gaya tangensial yang dihasilkan oleh sebuah turbin ulir dapat ditentukan secara teoritis dengan menggunakan pendekatan perhitungan pada ulir-ulir daya (power screw). Gaya-gaya yang bekerja pada sebuah lingkaran blade ulir akibat gaya aksial aliran fluida air Fa ditunjukkan dalam Gambar 4.2.

Gambar 4.2 menunjukkan fluida air dengan laju aliran tertentu menumbuk sebuah lingkaran blade turbin ulir secara aksial dan menghasilkan gaya aksial Fa yang arahnya sejajar sumbu poros. Adanya gaya aksial Fa menimbulkan reaksi dari turbin berupa gaya tangensial Ft yang arahnya tegak lurus sumbu poros. Sementara, gaya gesekan F yang timbul akibat kontak antara fluida air dan blade ulir akan mengurangi gaya aksial Fa. Harga gaya gesekan F merupakan perkalian dari koefisien gesekan yang terjadi dengan gaya normal (F=μ. Rn).

a.      Perbandingan torsi hasil pengujian terhadap torsi secara teoritis

Grafik perbandingan antara torsi hasil pengujian dan torsi secara teoritis pada variasi kemiringan poros dapat dilihat pada Gambar 4.3 – 4.5.

Gambar 4.3 – 4.5 menunjukkan perbandingan torsi teoritis terhadap torsi hasil pengujian masing-masing pitch model turbin ulir. Data torsi teoritis masing-masing pitch ulir ditentukan dengan menggunakan persamaan-persamaan ulir daya (power screw), sementara data turbin hasil pengujian diperoleh dengan menggunakan pengukuran langsung dengan menggunakan metode pengereman (pronny brake). Pada grafik terlihat torsi teoritis masing-masing pitch ulir cenderung naik pada setiap kenaikan sudut poros, sedangkan torsi hasil pengujian menunjukkan kecenderungan menurun pada setiap kenaikan sudut poros.

Perbedaan nilai antara torsi teoritis dengan torsi hasil pengujian ini disebabkan oleh perbedaan cara pengambilan data. Data torsi teoritis masing-masing pitch ditentukan dengan menggunakan pendekatan rumus-rumus atau persamaan-persamaan ulir daya, di mana torsi (momen puntir) model turbin ulir dihasilkan oleh perkalian gaya tangensial turbin Ft dengan jari-jari r. Gaya tangensial turbin dihasilkan oleh gaya aliran fluida Fa yang secara aksial menumbuk setiap lingkaran ulir blade yang ada pada sebuah turbin ulir. Peningkatan gaya aliran fluida Fa pada setiap variasi kenaikan sudut poros menyebabkan peningkatan gaya tangensial dan torsi turbin secara teoritis.

Jadi pada data torsi secara teoritis, gaya aliran fluida Fa yang menumbuk setiap lingkaran ulir adalah seragam. Namun, pengujian di laboratorium menunjukkan pola aliran yang berbeda sehingga kecepatan aliran fluida yang menumbuk setiap lingkaran ulir tidak seragam. Hal inilah yang menyebabkan gaya tangensial dan torsi pengujian lebih rendah dari dari torsi teoritis. Kemungkinan lain penyebab torsi pengujian lebih rendah dari torsi teoritis adalah pengukuran selisih beban yang kurang akurat di laboratorium.

b.   Perbandingan daya hasil pengujian terhadap daya secara teoritis

Grafik perbandingan antara daya hasil pengujian dan daya secara teoritis pada variasi kemiringan poros dapat dilihat pada Gambar 4.6 – 4.8.

Pada grafik (Gambar 4.6 – 4.8) di atas terlihat nilai daya turbin teoritis cenderung lebih besar daripada daya turbin hasil pengujian. Daya hasil pengujian tertinggi masing-masing pitch ulir dihasilkan pada kemiringan poros 35°, sedangkan daya teoritis tertinggi dihasilkan pada kemiringan poros 40°. Turbin pitch 2Ro memberikan daya yang lebih baik daripada turbin pitch 1,6Ro dan 1,2Ro, di mana daya tertinggi pitch 2Ro adalah 18,51 W. Perbedaan nilai antara daya teoritis dengan daya hasil pengujian ini disebabkan perbedaan nilai torsi pada masing-masing pitch ulir.

c. Perbandingan efisiensi hasil pengujian terhadap efisiensi secara teoritis

Grafik perbandingan antara efisiensi hasil pengujian dan efisiensi secara teoritis pada variasi kemiringan poros dapat dilihat pada Gambar 4.9 – 4.11.

Pada kemiringan sudut poros 25º, ulir pitch 2Ro menghasilkan daya sebesar 15,89 W dengan efisiensi 73,08% (tertinggi), sementara pada kemiringan sudut poros 35º, ulir pitch 2Ro menghasilkan daya sebesar 18,51 W (tertinggi) dengan efisiensi 66,16%. Perbedaan efisiensi ini diakibatkan oleh pengaruh perbedaan daya air (daya input) pada berbagai kemiringan sudut poros turbin.

*****

BAB V

KESIMPULAN, SARAN DAN DAFTAR PUSTAKA

5.1. Kesimpulan

  1. Hasil rancangan model turbin ulir 2 blade berfungsi cukup baik pada pengujian di laboratorium dengan menggunakan debit aliran yang konstan sebesar sebesar 0,00728 m3/s dan variasi kemiringan sudut poros 25º, 30º, 35º, 40º, dan 45º.
  2. Pada hasil pengujian tanpa beban, model turbin ulir dengan pitch 2Ro menghasilkan putaran lebih tinggi dibandingkan pitch 1,6Ro dan 1,2Ro.
  3. Pada hasil pengujian berbeban, masing-masing model turbin ulir menghasilkan putaran dan daya tertinggi pada sudut kemiringan poros 35º, sementara efisiensi tertinggi dihasilkan pada kemiringan sudut poros 25º.
  4. Pada kemiringan sudut poros 25º, ulir pitch 2Ro menghasilkan daya sebesar 15,89 W dengan efisiensi 73,08% (tertinggi), sementara pada kemiringan sudut poros 35º, ulir pitch 2Ro menghasilkan daya sebesar 18,51 W (tertinggi) dengan efisiensi 66,16%.

5.2. Saran

Perlunya pengembangan dan penelitian lebih jauh mengenai desain turbin ulir seperti penambahan sudu luar pada ulir, pengaruh variasi diameter poros dalam terhadap diameter lingkaran blade, dan penggunaan material dari jenis lain dalam pembuatan turbin ulir serta pengaplikasiannya di lapangan.

*****

DAFTAR PUSTAKA

Jagdish, L., 1975, Hydraulic Machines, Chand & Company LTD, New Delhi.

Khurmi R.S., Gupta J.K., 2005, A Textbook of Machine Design, Chand (s) & Co. Ltd, India.

Munson, B. R., Young, D. F., Okiishi, T. H., 2005, Mekanika Fluida Jilid 2, Erlangga, Jakarta.

Nick Bard Hydro Services, 2007, Rivert Dart Country Park Archimedes Screw System Performance Assessment, UK.

Rorres, C., 1998, The Turn of the Screw: Optimal Design of An Archimedes Screw, Journal of Hydraulic Engineering, Philadelphia.

*****

LAMPIRAN

1. Rangkaian Alat

Keterangan Gambar:

  1. Bearing
  2. Rangka alat
  3. Pengatur kemiringan (menggunakan clamp C)
  4. Blade (sudu ulir)
  5. Poros dalam (Di)
  6. Casing turbin (bentuk U)
  7. Corong air untuk mengurangi turbulensi air ketika menumbuk poros dalam
  8. Karet penahan kebocoran fluida pada sambungan flume dengan casing
  9. Puli untuk pengujian torsi
  10. Poros utama
  11. Sekat penenang laju aliran fluida untuk mengurangi turbulensi air
  12. 12.  Open channel flume
  13. Dudukan open channel flume

Gambar 2. Rangkaian alat model turbin ulir 2 blade

2. Skema Instalasi Pengujian          

Keterangan gambar:

  1. Reservoir bawah
  2. Motor pompa
  3. Pipa sirkulasi air
  4. Saluran buang (tailrace)
  5. Blok penahan kemiringan poros turbin
  6. Rangka alat
  7. Model turbin ulir
  8. Puli
  9. Sekat penenang laju aliran air
  10. Bak penenang
  11. Katup
  12. Rangka reservoir atas
  13. Reservoir atas
  14. Saluran pelimpah (spillway)
  15. Dudukan bak penenang

3. Variasi Pitch Turbin Ulir Yang Diuji

4. Pengujian Putaran (tanpa beban)

5. Pengujian Torsi (berbeban)

6. Pengukuran Debit dengan Metode Tampungan Air

7. Kemiringan poros turbin diatur dengan menggunakan clamp C

8. Kondisi aliran air yang masuk ke dalam casing

9. Turbin ulir sedang berputar

*******

*****

***

*

16 Responses to “Ringkasan Tesisku: Balada Daya Mekanik Model Turbin Ulir”

  1. irwan andilolo Says:

    saya tertarik untuk turbin ulir ini,bgmn sy bisa menghubungi bapak>tks irwan

  2. maaf saya terlambat membalas pertanyaan bapak.
    silahkan bapak menghubungi saya di
    email: yul.vartan.hyzhar@gmail.com
    fb: Prince Euphony Vartan

    Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya.

  3. Fakhrur Razy Says:

    Generator yang dapat dipasang , generator jenis apa ya pak? Apa dapat menggunakan generator yang dijual dipasaran?

    • itu awalnya saya memakai alternator mobil, namun tidak jadi karena alternator membutuhkan putaran tinggi (sekitar 1500 rpm), sementara model turbin ulir ini tidak mampu menghasilkan putaran setinggi itu. jadi selanjutnya saya hanya memakai dinamo sepeda.
      kalau mas ingin menghemat biaya, bisa digunakan motor sebagai generator karena motor lebih murah, namun konsekuensinya ya efisiensinya lebih rendah dari generator.

  4. jika hanya punya debit dan dimensi turbin ulir, cara menghitung rpm lalu daya (watt) teoritis nya bagaimana?

  5. saya sedang penelitian juga. (S1)
    dimensi screw turbin ini brp kalau boleh tau ?
    yang di perlihatkan hanya pitch (1.6Ro) etc

    Head Turbin : m?
    Kecepatan aliran : m/s?
    Kapasitas aliran : m3/s?
    Panjang turbin : 1 m
    Jarak Pitch : ok
    Sudut peletakan turbin (α) : ok
    Diameter inner turbin (Di) : m?
    Diameter luar turbin (Do) : m?
    Tinggi sudu turbin : m?
    Jumlah sudu turbin (Z) : ok
    Jumlah cycle : ?
    Tebal sudu turbin (t) : m?
    Sudut screw turbin (β) : ?

    terimakasih.

    • Sesungguhnya untuk data head, kecepatan aliran, jarak pitch, sudut
      peletakan turbin, jumlah cycle, dan sudut screw turbine ini bervariasi.
      Sehingga datanya banyak sekali. Untuk lebih ringkas, data yang diberikan
      berikut adalah data ketika turbin menghasilkan daya terbesar.

      berikut datanya:

      Head Turbin : 0,39 m (ini adalah head air, artinya
      ketinggian permuakaan air yang menyentuh
      blade (sudu) turbin dari casing/selubung
      atas)
      Kecepatan aliran : 1,33 m/s (kec. aliran air sebelum
      menumbuk blade)
      Kapasitas aliran : 0,00728 m3/s (variabel tetap)
      Panjang turbin : 1 m
      Jarak Pitch : 2Ro (dua kali panjang jari-jari luar)
      Sudut peletakan turbin (a) : 35 derajat
      Diameter inner turbin (Di) : 0,1524 m
      Diameter luar turbin (Do) : 0,2838 m
      Tinggi sudu turbin : 0,0657 m
      Jumlah sudu turbin (Z) : 2 buah
      Jumlah cycle : 3,52 cycle/putaran
      Tebal sudu turbin (t) : tidak diperhitungkan (turbin ini memakai
      pelat besi ketebalan 2 mm)
      Sudut screw turbin (ß) : 59,4 derajat (sudut ulir dalam)

      Terimakasih.

  6. ukuran rinci turbinnya gmn mas? seperti diameter poros, tinggi blade dsb

    • berikut datanya mas:

      Head Turbin : 0,39 m (ini adalah head air, artinya
      ketinggian permuakaan air yang menyentuh
      blade (sudu) turbin dari casing/selubung
      atas)
      Kecepatan aliran : 1,33 m/s (kec. aliran air sebelum
      menumbuk blade)
      Kapasitas aliran : 0,00728 m3/s (variabel tetap)
      Panjang turbin : 1 m
      Jarak Pitch : 2Ro (dua kali panjang jari-jari luar)
      Sudut peletakan turbin (a) : 35 derajat
      Diameter inner turbin (Di) : 0,1524 m
      Diameter luar turbin (Do) : 0,2838 m
      Tinggi sudu turbin : 0,0657 m
      Jumlah sudu turbin (Z) : 2 buah
      Jumlah cycle : 3,52 cycle/putaran
      Tebal sudu turbin (t) : tidak diperhitungkan (turbin ini memakai
      pelat besi ketebalan 2 mm)
      Sudut screw turbin (ß) : 59,4 derajat (sudut ulir dalam)

      Terimakasih.

  7. saya sangat tertarik dengan turbin ulir ini,,,bagaimana rumus perhitungan daya outputnya ya?sama dimensi dari turbin itu berpengaruh tidah dengan daya yang dihasilkan?

    • Rumus perhitungan daya output:

      Contoh Perhitungan

      Diketahui data model turbin ulir pitch 2Ro pada kemiringan 25° adalah sebagai berikut:
      Beban 1 (beban yang terbaca pada skala pegas) Mb1 = 4 kg
      Beban 2 (beban yang terbaca pada skala neraca digital) Mb2 = 0,62 kg
      Putaran N = 115 rpm
      Jari-jari puli r = 0,04 m

      Debit aliran Q = 0,00728 m3/s
      Head H = 0,31 m

      Perhitungan:

      > Daya air Pf
      = ? x g x H x Q
      = 1000 kg/m3 x 9,81 m/s2 x 0,31 m x 0,00728 m3/s
      = 21,82 W

      > Torsi T
      T = F x r
      Gaya F = (Mb1 – Mb2) x g
      = (4 – 0,62) kg x 9,81 m/s2
      = 33,12 N

      T = 33,12 N x 0,004 m
      = 1,32 Nm

      > Daya turbin Pt
      Pt = T x (2pN/60)
      = 1,32 Nm (2p x 115 rpm/60)
      = 15,95 W

      > Efisiensi turbin ?
      ? = (Pt/Pf) x 100%
      = (15,95 W/21,82 W) x 100%
      = 73, 08%

      Dimensi masing-masing turbin berpengaruh terhadap daya yang dihasilkan mas.
      karena akan terjadi perbedaan konversi energi hidrolis (air) menjadi energi
      mekanis (putaran dan daya turbin).

      Terimakasih.

  8. ashhabulyamin Says:

    material apa yg di gunakan untuk membuat ulirnya??

  9. Material ulir dibuat dari plat baja dengan ketebalan 1 mm.

  10. Muhammad Faqih Says:

    Maaf pak,
    Adakah reference yang berisi rumus-rumus kalkulasi untuk beberapa hal berikut:

    Panjang turbin
    Jarak Pitch
    Sudut peletakan turbin (a)
    Diameter inner turbin (Di)
    Diameter luar turbin (Do)
    Tinggi sudu turbin
    Jumlah sudu turbin (Z)
    Jumlah cycle
    Tebal sudu turbin (t)
    Sudut screw turbin (ß)

    Terima kasih

    • Maaf mas, saya tidak memiliki referensi yang berisi rumus kalkulasi hal-hal yang mas tanyakan. Dalam perancangan model turbin ulir ini, saya menggunakan pendekatan perancangan pompa ulir (bukan turbin ulir). Perancangan pompa ulir itu sendiri berasal dari jurnal Chris Rorres tahun 1998:

      Rorres, C., 1998, The Turn of the Screw: Optimal Design of An Archimedes Screw, Journal of Hydraulic Engineering, Philadelphia.

      Terima kasih telah berkunjung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: