“Kantuk”

Kantuk…

Apa yang salah dengan dirimu?

Apa yang salah dengan diriku?

Mengapa kau selalu menyerangku?

Mengapa kau selalu menggangguku?

Mencabik diriku dalam segala ruang dan waktu…

Membuatku jatuh terkapar…

Tak sadarkan diri ketika jasadku membusuk perlahan-lahan…

Tenggelam dalam dunia kesia-siaan…

 

Kantuk…

Apa yang salah dengan dirimu?

Apa yang salah dengan diriku?

Mengapa kau selalu menterorku?

Mengikis tembok idealisme-ku…

Menghisap keberadaanku di atas dunia karya…

Hingga kemudian aku terbangun dengan seribu penyesalan…

Sekarat dengan perasaan yang hilang…

 

Kantuk…

Apa yang salah dengan dirimu?

Apa yang salah dengan diriku?

Mengapa kau selalu membelaiku?

Seperti setan yang selalu memanjakan manusia…

Namun penuh dengan kebusukan dan tipu daya…

Menggumpalkan dan menggelindingkan hatiku…

…ke jurang omong kosong…

Teronggok bagaikan sampah…

Dikelilingi belatung kematian…

Menghisap ide-ide segarku yang mencerahkan…

Membuatku tak berdaya berdaya diinjak zaman…

Hancur luluh dicabik cakar abad 21…

Ditertawakan revolusi dibalik awan angan-angan…

 

Kantuk…

Apa yang salah dengan dirimu?

Apa yang salah dengan diriku?

Sungguh kau telah membuatku gusar…

Membuatku jatuh terkapar…

Tak sadarkan diri ketika jasadku membusuk perlahan-lahan…

Tenggelam dalam dunia kesia-siaan…

 

Kantuk…

Bersikaplah dewasa kepadaku…

Berilah aku sedikit ruang dan kebebasan…

Jogja, 26 April 2011


 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: