“Badai Pesimisme” (Bagian I)

Kosong…

Hati yang patah…

Jiwa yang rapuh…

Berserak berantakan dilanda badai pesimisme…

Apakah ini mengenai filsafat Nietzsche?

Tidak, sama sekali tidak…

Bahkan ini bukan juga alirannya…

Lalu apa yang sedang terjadi di tengah kekosongan ini?

Ini hanyalah sebuah rasa…

Tentang sebuah hati yang kosong…

Balada jiwa yang rapuh…

Tidak ada nyanyian gembira disini…

Tidak ada pertanyaan yang bergairah disini…

Tidak ada matahari kehidupan…

Pelangi yang ceria terlalu jauh dari sini…

Jangan pula kau tanyakan taman indah tempat bersenda gurau itu…

Ah, kalian terlalu naïf…

Mengharapkan semua omong kosong itu…

Ingat, hanya badai pesimisme yang ada di sini…

Menderu dan mendera tubuh-tubuh dan jiwa-jiwa yang rapuh…

Menyergap dan mencuci otak-otak yang sering terlelap…

 

Ini hanyalah sebuah rasa…

Tentang hati yang kosong…

Balada jiwa yang rapuh…

Dikoyak badai pesimisme…

Jogja, 26 April 2011


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: