“Garis Batas”

Aku tahu kau ada disana…

Aku tahu kau sedang mengawasi langkahku…

Aku tahu kau diam-diam sedang mencuri pandang kepadaku…

Aku tahu kau menginginkan keberhasilanku…

Namun, aku tahu kau juga diam-diam ingin membunuhku…

Ah, betapa aku membenci sifatmu yang penuh misteri berbalut kepicikan itu…

Ah, betapa aku tidak mengerti tentang dirimu…

Ah, betapa aku membenci kebohongan-kebohonganmu itu…

Ah, betapa aku membenci melihat malaikat dan setan sedang bergandengan tangan di dalam dirimu…

Aku bertanya sekarang, “Siapa sebenarnya dirimu sayang?”

Aku hanya tidak ingin ada perasaan bersalah padamu…

Aku hanya tidak ingin melihat ada setan di dalam senyum ataupun tangismu…

Karena itu lebih baik kau menjauh dari pandanganku…

Mari kita jalani hidup di dalam garis batas yang terang…

Mari kita jalani hidup sebagai actor peradaban…

Wajah tanpa dosaitu memang sering membuatku tidak berdaya…

Namun, jangan pernah kau kira aku menjadi terpedaya…

Bebaskanlah dirimu…

Dan biarkan aku merdeka…

Dan biarkan aku berkarya…

Jogja, 30 April 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: