“Tentang Insomnia”


Terkadang rasanya saat demi saat berlalu dengan sangat lambat. Menit demi menit berlalu dengan penuh kutukan kebosanan. Kutukan kepada siapa? Ya, kutukan kepada diri sendiri. Mengapa bisa demikian Bro? Ya, ini adalah sebuah kisah tentang gangguan tidur.  

Istilah kedokteran menyebut apa yang sedang kualami sekarang “Insomnia.” Bahasa orang awam adalah tidak bisa tidur. Sedangkan bahasa ilmiahnya adalah suatu bentuk pikiran aktif yang sedang terperangkap dalam tubuh yang letih. Aku tidak tahu pasti jenis insomnia yang sedang kualami sekarang. Yang pasti aku memang mengalami kesulitan tidur pada malam hari, namun ironisnya aku sering menghabiskan waktu siangku untuk tidur,n sebagai pengganti waktu tidur yang “gagal” pada malam hari.

Perubahan fisik pasti terjadi. Sesuatu yang tidak kuinginkan sebenarnya. Hal yang paling kubenci adalah wajah yang tampak muram keesokan harinya. Itulah efek terselubung insomnia yang sedikit menguras emosi, mencabik logika.

Namun, aku tidak akan memperpanjang kutukan ini. Dan aku tahu dengan sudut pandang yang tepat, hal ini bukanlah kutukan, malahan ini adalah suatu keuntungan untuk diriku. Intinya aku harus bisa bekerjasama dengan insomnia ini, dengan diri ini. Hal ini adalah tentang berdamai dengan diri sendiri.

Sekarang aku mengucapkan “Selamat datang ke dalam duniaku”, kepada diriku sendiri. Terdengar ganjil? Memang, tapi itulah adanya karena basa-basa itu tidak banyak membantu dan aku tidak begitu suka dengan basa-basi.

Hidup memang tidak selamanya indah, namun walau bagaimana pun itu semua kembali terpulang kepada sudut pandang kita dalam menanggapinya. Contoh sederhana, kita diberkahi untuk memiliki harta banyak dan fasilitas hidup yang mewah. Sekumpulan unsur dunia yang indah berada dalam genggaman kita. Akan tetapi, jika hati, unsur terpenting pembentuk manusia, tidak dapat melihat sisi keindahan di sana, semuanya jadi percuma. Banyak factor yang menyebabkan hal itu, seperti tubuh yang sakit, terperangkap dalam tekanan kerja, dan pikiran yang terganggu.

Setidaknya kita mempunyai pola pikir (mindset) baru sekarang: bagaimana mengubah kelemahan menjadi sebuah kekuatan. Memang berbicara itu mudah, tidak seperti dengan penerapannya di lapangan. Namun, semua permasalahan itu adalah bagian dari kehidupan. Dan permasalahan itu adalah ujian yang harus diselesaikan sebagai bagian dari pendewasaan. Binatang saja mampu mengatasi masalah kehidupannya dengan mengandalkan kekuatan insting, lantas di simpan dimana akal dan pikiran kita sebagai manusia?

Kembali pada insomnia. Sekarang kita sepakat bahwa insomnia adalah suatu bentuk kelemahan. Hal yang harus kita lakukan selanjutnya adalah melihat sisi positif yang bisa kita ambil dari si insomnia ini. Namun, sebelum kita membicarakan lebih jauh tentang insomnia dan ber-insomnia ria, terlebih dahulu marilah kita terlebih dahulu menyediakan makanan bergizi dan air putih yang cukup sebagai bekal ketika sedang ber-insomnia. Jika tidak ada makanan, minimal air putih harus tersedia untuk diminum sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang selama “ber-insomnia”.


Secara logika, pelaku insomnia tentu mempunyai “jam aktif” yang lebih panjang dari orang normal. Ia mempunyai malam-malam yang lebih panjang. Nah, di “malam panjang” itulah tersimpan harta karun si insomnia itu. Bukankah kita bisa memanfaatkan waktu “lengang” ini sebaik-baiknya Kawan? Tentu ada sesuatu yang tertinggal atau belum beres dalam pekerjaan kita bukan? Tentu ada sesuatu yang kita bisa kita kerjakan bukan? Ya, tentu juga dengan catatan bahwa kegiatan itu bernilai positif Bro🙂 . Jika sudah ada pekerjaan di tangan yang bisa digarap, saya yakin dan percaya bahwa saat demi saat yang berlalu akan semakin berarti.

Saya teringat sebuah sabda Nabi Muhammad SAW, “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan jika seseorang mempunyai kualitas hari ini yang sama dengan hari kemarin berarti dia mengalami kerugian.” Subhanallah, sungguh bijak dalam makna kata-kata yang tersirat dalam sabda Rasulullah ini.

Kesimpulannya, marilah kita lapangkan hati dan buka lebih lebar lagi mata… ehm, maksudnya mata hati dan pikiran dalam menyikapi setiap masalah yang terjadi. Yakinlah segala sesuatunya pasti ada hikmahnya. Insomnia adalah hanyalah suatu bentuk gangguan tidur, namun itu bisa diobati. Insomnia bisa menjadi suatu kelebihan jika kita bisa memaksimalkan waktu insomnia itu sendiri untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang berguna untuk diri sendiri, keluarga, bangsa, dan bahkan dunia. Amiin.


Yogyakarta, 6 Mei 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: