Tinjauan Potensi Energi Terbarukan terhadap Masa Depan Energi Global dan Nasional

Penulis sadar bahwa sudah banyak artikel-artikel yang membahas tentang energi terbarukan dan potensinya untuk sumber energi masa depan. Namun pertanyaannya: Sejauh mana potensi energi terbarukan itu sendiri terhadap kelangsungan hidup manusia? Pada kesempatan ini penulis mencoba meninjaunya dari skala global dan skala nasional.
Diluar negeri, teknologi energi terbarukan memang telah berkembang pesat dan semakin matang, hanya kepentingan politik dan perencanaan pembangunan yang berwawasan hijau masih merupakan sandungan untuk mewujudkannya. Namun jika permasalahan birokrasi seperti itu dapat dipecahkan, maka permintaan energi listrik global atau dunia akan hanya mencapai 30%. Pernyataan ini disampaikan oleh dua orang peneliti berkebangsaan Amerika Serikat yaitu Mark Z. Jacobson, professor dari Teknik Sipil dan Lingkungan Stanford University dengan rekannya Mark Delucchi dari University of California. Hasil penelitian mereka ini pun telah dipublikasikan dalam sebuah artikel di majalah Scientific American, sebuah majalah yang khusus membahas ilmu pengetahuan dari berbagai macam disiplin ilmu.
Apa yang disajikan oleh dua orang peneliti tersebut adalah sebuah metode pemetaan dan pengevaluasian kuantitatif suatu kasus jika seluruh dunia menggunakan energi angin, air dan surya untuk menghasilkan listrik, termasuk juga memperhitungkan faktor-faktor dalam hal pengkonstruksian pembangkitan listrik oleh sumber-sumber energi alternatif tersebut. Mereka berpendapat bahwa energi terbarukan tersebut merupakan energi yang bisa diandalkan.
Akan tetapi, dibutuhkan sebuah komitmen yang sangat kuat untuk meninggalkan sumber energi konvensional yang telah ada dan beralih ke sumber-sumber energi terbarukan tersebut, seperti misalnya melakukan pengurangan secara berkelanjutan penggunaan mesin yang menggunakan pembakaran bahan bakar dan menggantikannya dengan listrik atau hidrogen yang dihasilkan dari listrik. Hal itu didukung oleh alasan bahwa teori mesin yang menggunakan ruang bakar masih membuang 80% energinya menjadi panas, dan menyisakan hanya 20% yang digunakan untuk menggerakkan mesin tersebut. Sementara jika menggunakan mesin listrik, maka 80% energinya digunakan untuk menggerakkan mesin dan sisanya berubah jadi panas. Ini berarti efisiensi mesin yang menggunakan bahan bakar hanyalah sekitar 20% sementara energi mesin listrik memiliki efisiensi empat kali lipat lebih besar dari efisiensi mesin berbahan bakar, yaitu sekitar 80%.
Berdasarkan penelitian mereka, jika yang digunakan adalah hanya energi angin, maka energi listrik yang dihasilkan akan mencapai 5 hingga 15 kali kebutuhan dunia. Lain halnya jika digunakan energi surya, maka listrik yang dihasilkannya akan 30 kali lipat dibandingkan kebutuhannya. Artinya, listrik yang dihasilkan dari sumber energi terbarukan bisa terjaga kontinuitasnya sepanjang waktu selama sumber-sumber energi terbarukan tersebut dikombinasikan pengunaannya.
Sekarang mari kita persempit ruang pembahasan kita mengenai energi terbarukan itu sendiri. Kita tinjau keberadaan energi terbarukan itu pada negara kita: Republik Indonesia.
Sesungguhnya Indonesia ‘sedang’ memiliki sumber energi terbarukan yang cukup melimpah. Penulis memakai kata ‘sedang’ disini dalam artian setiap saat bisa saja kepemilikan energi terbarukan itu pindah ketangan asing. Setiap penduduk Indonesia mempunyai hak dan kewajiban untuk mengelola energi terbarukan yang ada itu. Namun persoalannya dalam era globalisasi dan perdagangan bebas ini, setiap individu berhak mengembangkan potensi dirinya dan ‘menjual’nya kepada berbagai instansi baik didalam maupun di luar negeri. Tentu saja itu dapat terlaksana jika individu-individu tersebut benar-benar memilki kualifikasi untuk itu. Dan setelah melalui aturan-aturan tertentu bukan tidak mungkin siapa saja bisa bekerja dinegara manapun. Bayangkan jika di Indonesia, lapangan pekerjaan dalam bidang energi terbarukan itu lagi-lagi dikuasai oleh orang asing. Tentu sangat disayangkan jika itu sampai terjadi.
Kita harus sadar bahwa kebutuhan energi di Indonesia adalah berbanding lurus dengan kenaikan jumlah penduduk serta tingkat pembangunan yang beragam. Kebutuhan energi listrik menjadi terus meningkat, diperkirakan mencapai 7,1 % persen pertahun. Di sisi lain, masyarakat yang belum memiliki akses terhadap energi listrik masih cukup besar. Diperkirakan rasio elektrifikasi Indonesia pada tahun 2008 baru mencapai angka 65,15%.
Saat ini peran sumber energi bahan bakar fosil masih mendominasi, sedangkan cadangan sumbernya semakin berkurang dari waktu ke waktu. Kondisi ini tentu akan menjadi mengkhawatirkan jika tidak dicari solusi pemecahannya. Dalam hal ini adalah mencari sumber energi alternatif yang ada atau sumber energi terbarukan. Sebagai gambaran potensi energi terbarukan yang dimiliki oleh Indonesia sendiri diantaranya, mini/mikro hidro sebesar 450 MW, biomassa 50 GW, energi surya 4,80 kWh/m2/hari, energi angin 3-6 m/det dan energi nuklir 3 GW.
Disini, kebijakan pemerintah merupakan hal yang sangat mendukung terlaksananya program pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Saat ini pengembangan energi terbarukan atau yang disebut juga Energi Baru Terbarukan (EBT) mengacu kepada Perpres No. 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional. Dalam Perpres disebutkan bahwa kontribusi EBT dalam bauran energi primer nasional pada tahun 2025 adalah sebesar 17% dengan komposisi Bahan Bakar Nabati sebesar 5%, Panas Bumi 5%, Biomassa, Nuklir, Air, Surya, dan Angin 5%, serta batubara yang dicairkan sebesar 2%. Untuk itu langkah-langkah yang akan diambil Pemerintah adalah menambah kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Mikro Hidro menjadi 2,486 MW pada tahun 2025, kapasitas terpasang Biomasa 180 MW pada tahun 2020, kapasistas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Angin sebesar 0,97 GW pada tahun 2025, Pembangkit Listrik Tenaga Surya 0,87 GW pada tahun 2024, dan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir 4,2 GW pada tahun 2024.
Jadi, penelitian, pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan bidang energi terbarukan sangat dibutuhkan demi kelangsungan hidup manusia yang bertumpu sepenuhnya pada kebutuhan energi, khususnya energi listrik. Keuntungan lain yang diperoleh dari pengembangan energi terbarukan ini tidak hanya mencakup akan pemenuhan kebutuhan sejumlah energi, namun juga bisa memberikan dampak positif pada aspek sosial, ekonomi, dan IPTEK. Maka dari tulisan ini, penulis mengajak pembaca untuk berkarya dalam usaha pemanfaatan sumber energi terbarukan yang melimpah di daerah masing-masing. Regulasi dan kebijakan energi nasional juga telah memberi ruang untuk berkarya yang harus dijawab oleh baik kalangan akademisi, praktisi, investor maupun masyarakat umum.

Semoga bermanfaaat.



2 Responses to “Tinjauan Potensi Energi Terbarukan terhadap Masa Depan Energi Global dan Nasional”

  1. great ide..let’s participate…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: